• News

    Senin, 26 September 2016

    Sejarah Tenggelamnya Kapal Titanik yang Menggemparkan Dunia

    Sejarah Tenggelamnya Kapal Titanik yang Menggemparkan Dunia

    Tenggelamnya kapal Titanik (RMS Titanic) merupakan salah satu kejadian yang sangat terkenal di dunia hingga menginspirasi sebuah film drama dengan judul yang sama dengan nama kapal tersebut. Film tersebut dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan disutradai oleh James Cameron. Kapal Titanik merupakan sebuah kapal penumpang Inggris yang pada saat kejadian tersebut, direncanakan untuk melakukan pelayaran pertamanya dari Southampton, yang berada di Inggris, untuk kemudian menuju ke New York, yang ada di Amerika Serikat. Kecelakaan yang menelan ribuan korban jiwa ini dianggap sebagai salah satu bencana maritim yang paling mematikan pada era damai. Kapal Titanik sendiri merupakan kapal kedua dari ocean liner kelas Olympic yang dioperasikan oleh White Star Line

    Sejarah Tenggelamnya Kapal Raksasa Titanik
    Peristiwa tenggelamnya kapal Titanik mungkin tidak akan pernah terjadi jika kapal yang namanya dipinjam dari mitologi Yunani yang berarti “raksasa” ini tak pernah dikonstruksi. Kapal raksasa ini dibuat di Belfast Irlandia (yang pada masa itu masih menjadi bagian dari Inggris Raya) sebagai saudari dari Olympic dan Britannic dalam kapal jenis ocean liner kelas Olympic. Pada masa itu, kapal ocean liner dengan kelas Olympic merupakan kapal dengan ukuran terbesar yang memiliki 29 steamer di dalamnya.
    Ketiga saudari kapal dari kelas Olympic tadi dibangun oleh perakit kapal dari Belfast yang bernama Harland dan Wolff yang sudah punya sejarah panjang dengan White Star Line. Proses konstruksi kapal akan diserahkan total pada kedua orang tersebut dimana Wolff akan membuat sketsa kapal secara umum dan Harland kemudian mengambil sketsa tadi untuk mengubahnya menjadi desain kapan. Karena perhitungan pengeluaran tidak diperhatikan (mengingat ini merupakan persaingan melawan Cunard, Hamburg America, dan Norddeutscher Lloyd) sehingga para perakit kapal tadi bebas mengeluarkan uang sesuai dengan perhitungan mereka. Ukuran yang besar dari Titanik dan saudari-saudarinya pada akhirnya menjadi tantangan besar bagi Harland dan Wolff karena tidak pernah ada perakit kapal yang mencoba membangun kapal sebesar mereka.
    Percobaan pelayaran Titanik pada 2 April 1912 berjalan lancar meskipun sempat diundur satu hari karena cuaca yang buruk. Yang mengikuti tes pelayaran kapal kedua di kelas Olympic ini adalah 78 orang juru api, 41 anggota kru, representatif perusahaan-perusahaan, Thomas Andrew, Edward Wilding, dan Sanderson. Awalnya mereka juga mengundang Bruce Ismay dan Lord Pirrie, namun mereka sakit. Percobaan pelayaran di laut ini terdiri dari beberapa tes dan selama 12 jam, Titanik dikendarai dengan kecepatan yang berbeda-beda. Kemampuannya untuk berputar dan melakukan crash stop juga diuji. Ketika kembali ke Belfast pada pukul 7 malam, para surveyor menandatangani perjanjian yang menyatakan bahwa Titanik layak untuk berlayar. Satu jam berikutnya, Titanik pergi lagi menuju Southampton dan tidak ada yang menyangka hal tersebut akan tercatat menjadi sejarah tenggelamnya kapal Titanik.
    Pelayaran pertama Titanik awalnya ditujukan sebagai pelayaran pertama dari banyaknya pelayaran melewati Atlantik nantinya yang dimulai dengan Southampton di Inggris, Cherbourg di Prancis, Queenstown di Irlandia dan New York di Amerika Serikat, serta kembali ke Inggris melalui Plymouth. Tadinya, White Star Line berniat untuk mengoperasikan 3 kapal pada rute tersebut yaitu Titanik, Olympic, dan kapal yang lebih kecil, RMS Oceanic. Ketiga kapal tersebut mulanya direncanakan untuk berlayar sekali setiap tiga minggu dari Southampton dan New York, dimana berangkat siang hari tiap Rabu dari Southampton sementara dari New York pada hari Sabtu. Kereta khusus bahkan telah dijadwalkan dari London dan paris untuk mengangkut penumpang menuju Southampton dan Cherbourg.
    Pada 10 April 1912, pelayaran pertama Titanik dimulai, diikuti pelepasan kru dan penumpang yang mulai bermunculan pada 9:30 siang saat kereta dari stasiun London Waterloo tiba di stasiun Southampton Terminus. Yang pertama naik ke kapal adalah penumpang-penumpang kelas tiga karena jumlah mereka teramat sangat banyak dan diikuti oleh penumpang kelas dua dan satu, tepat hingga satu jam sebelum keberangkatan. Dan ketika mulai berangkat, sejarah tenggelamnya kapal Titanik hampir tercatat lebih cepat jika bukan karena kemampuan para awak kapal untuk menghindari kecelakaan yang terjadi saat Titanik melewati Oceanic dan sebuah kapal lain bernama City of New York. Ukuran Titanik yang besar menyebabkan kedua kapal lebih kecil itu terangkat oleh air dan jatuh. Akibat kecelakaan ini adalah tertundanya keberangkatan Titanik selama satu jam.
    Setelah akhirnya tiba di perairan Southampton, Titanik berangkat menuju kanal Inggris demi mencapai pelabuhan Cherbourg di Prancis. Kondisi cuaca saat itu memiliki hembusan angin yang cukup baik, namun dingin. Pada 11 April, Titanik akhirnya tiba di pelabuhan Cork, selatan Irlandia. Lagi, seperti di Cherbourg, pelabuhannya tidak cocok untuk kapal sebesar Titanik. Ketika melanjutkan perlayaran, Titanik mendapatkan berbagai peringatan dari kapal-kapal lain tentang es yang mengambang di area Grand Banks. Meski begitu, Titanik tetap berlayar dengan kecepatan penuh.
    Sejarah tenggelamnya kapal Titanik dimulai pada 14 April dimana Frederick Fleet melihat sebuah gunung es besar tepat di hadapan Titanik dan memperingatkan anjungan kapal. William Murdoch kemudian memerintahkan kapal untuk disetir memutari halangan tersebut, tapi sudah terlambat karena bagian starboard Titanik sudah menabrak gunung es tadi. Tabrakan tadi membuat beberapa lubang di bawah waterline dimana 5 dari keseluruhan watertight compartment Titanik berhasil dijebol. Tidak butuh waktu lama bagi semua orang untuk mengetahui bahwa kapal tersebut tak lagi bisa diselamatkan. Titanik kemudian mulai tenggelam dari bagian haluan kapal dan disusul dengan bagian lain. Kejadian ini memakan 1500 jiwa dan hanya sekitar 710 orang yang mampu menyelamatkan diri

     

     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Fashion

    Beauty

    Travel